Berhasil Tekan Angka Stunting, Pemkab Buton Tengah Dapat Insentif Rp 5,7 Miliar

Ketgam : Komitmen Pemkab Buton Tengah dalam melakukan penanganan stunting di daerah dengan meningkatkan sinergitas dengan seluruh komponen dan bersama-sama dalam melakukan penanganan stunting di daerah. (FOTO Istimewa)
Ketgam : Komitmen Pemkab Buton Tengah dalam melakukan penanganan stunting di daerah dengan meningkatkan sinergitas dengan seluruh komponen dan bersama-sama dalam melakukan penanganan stunting di daerah. (FOTO Istimewa)

LABUNGKARI, Arusselatan.com – Pj. Bupati Buton Tengah, Andi Muhammad Yusuf menjadikan stunting sebagai salah satu fokusnya di tahun 2023. Tak heran, upaya untuk menekan angka stunting terus dilakukan disepanjang tahun ini.

Kerja keras itu membuahkan hasil. Terbukti, negeri seribu gua itu mampu menekan angka stunting yang semula 22,4 persen di tahun 2022 menjadi 17,4 di tahun 2023. Jumlah tersebut berdasarkan pengukuran hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI).

Atas prestasinya itu, Pemkab Buton Tengah mendapat reward dari pemerintah pusat. Selanjutnya Pj. Bupati Buton Tengah, Andy Muhammad Yusuf diundang di Istana Wakil Presiden RI untuk menerima bantuan insentif penanganan stunting dari pemerintah pusat.

“Dari 500an Kabupaten/kota hanya ada 65 daerah yang mendapat bantuan tersebut dan salah satunya adalah Kabupaten Buton Tengah. Bantuan itu merupakan apresiasi pemerintah pusat terhadap kinerja daerah dalam penanganan masalah stunting di daerah,” ungkap Pj. Bupati Buton Tengah, Andi Muhammad Yusuf kepada Rubrik Sultra beberapa waktu lalu.

Dengan capaian yang ada saat ini, Andy Muhammad Yusuf optimis Kabupaten Buton Tengah bisa keluar dari peringkat pertama tertinggi presentasi angka stunting.

“Saya menekankan agar bantuan dana insentif dari pemerintah pusat bisa dimaksimalkan dan tepat sasaran dalam rangka mewujudkan apa yang menjadi komitmen kita dalam menanggulangi masalah stunting di daerah,” paparnya.

Rembuk Stunting Tingkatkan Sinergitas

Salah satu upaya Pemkab Buton Tengah dalam menangani persoalan stunting di daerah yakni menggelar rembuk stunting. Hal itu bertujuan untuk memastikan terlaksanannya sinergitas dan integrasi pelaksanaan konvergensi penurunan stunting secara bersama-sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, sektor/lembaga, non pemerintah dan masyarakat.

Pj Bupati Buton Tengah, Andi Muhammad Yusuf mengatakan, kegiatan rembuk stunting sangat penting agar bersama-sama mencari solusi yang tepat dalam mengatasi masalah stunting.

“Saya mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh komponen masyarakat, perangkat pemerintah dan segenap elemen pemangku kepentingan atas kerjasama dan dukungannya dalam upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Buton Tengah,” ungkapnya.

Ketgam : Pj. Bupati Buton Tengah, Andy Muhammad Yusuf menyerahkan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Buton Tengah.
Ketgam : Pj. Bupati Buton Tengah, Andy Muhammad Yusuf menyerahkan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Buton Tengah.

Dalam penanganan stunting, Pemkab Buton Tengah juga telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) hingga tingkat desa/kelurahan. Disisi lain, Pemkab Buton Tengah telah menunjuk bapak/bunda asuh stunting untuk masing-masing kecamatan melalui SK Bupati Nomor : 288 tahun 2023.

Kadis Kesehatan Kabupaten Buton Tengah, Kasman menambahkan berbagai program telah direaslisasikan dalam upaya penanganan stunting di daerah. Mulai dari pemberian nutrisi tambahan, penyuluhan, pemeriksaan di Posyandu dan pemberian tablet tambah darah.

Kegiatan intervensi yang telah dilakukan untuk menurunkan angka stunting juga direalisasikan dengan melakukan Konvergensi Stunting yang melibatkan seluruh perangkat daerah terkait mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan sampai ke tingkat RT dan RW. Selain itu adanya kegiatan berupa intervensi spesifik dan sensitif juga banyak dilakukan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Tengah juga memaksimalkan program Kementerian Kesehatan seperti peningkatan status gizi remaja putri dengan pemberian tablet tambah darah dan pelayanan posyandu remaja, pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin, pelayanan ANC lengkap, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil, pendampingan ibu hamil dengan masalah gizi, pemberian tablet tambah darah ibu hamil 90 tablet selama kehamilan, pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan imunisasi dasar lengkap, pemberian makanan tambahan pada balita gizi kurang.

Sekda Buton Tengah, Konstantinus Bukide memimpin pertemuan hasil analisis data dan pengukuran stunting tingkat Kabupaten Buton Tengah. (FOTO : Istimewa)
Sekda Buton Tengah, Konstantinus Bukide memimpin pertemuan hasil analisis data dan pengukuran stunting tingkat Kabupaten Buton Tengah. (FOTO : Istimewa)

Selain memaksimalkan kegiatan rutin yang telah ada, Dinas Kesehatan juga memvalidasi pemutakhiran data stunting tingkat desa. Intervensi sensitive juga dilakukan dengan memastikan akses air bersih dan sanitasi yang baik, edukasi dan konseling pada calon pengantin, menyediakan akses ke layanan kesehatan dan keluarga berencana, memberikan pendidikan pengasuhan pada orangtua, serta memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi serta gizi pada remaja.

“Seluruh program tersebut memberikan kontribusi positif pada penurunan angka stunting di daerah. Hal itu juga tidak terlepas dari kontribusi bapak bunda asuh anak stunting dan turun ke tingkat sekolah dan desa dalam rangka memberikan edukasi,” tambahnya.

Sebagai upaya penanganan stunting di daerah, pada tahun 2023 program difokuskan pada penanganan langsung yang menyentuh sasaran. Sehingga program yang sifatnya teknis dikurangi dan difokuskan pada persoalan yang langsung menyentuh penerima sasaran berupa pemberian nutrisi maupun makanan lokal tambahan. (adm)

Facebook Comments Box